Langsung ke konten utama

Allah itu tidak kikir, jadi?

☄⭐☄⭐☄⭐☄⭐☄
Sentuhan sejuk dari Ustadz Adriano Rusfi dalam diskusi di Grup WA "HEbAT Community Nasional"
Senin, 21 Maret'16
Pkl: 22.00-24.00
_________

Pengantar:
Malam yang sangat menggetarkan jiwa menyimak penuturan ustad semalam, dalam rangkaian diskusi "Daddy's Time"

💖💖💖💖💖💖💖💖💖

"Tetap optimis, karena Allah telah menginstall parenting pada tiap fitrah ayahbunda."

Bahkan pada tiap ayahbunda parenting yang diinstall pun berbeda-beda. Begitulah hebatnya ilmu Allah.

Selain belajar tentang fitrah anak, mari belajar fitrah ayahbunda. Karena yang paling ahli mendidik anak bukanlah saya, tapi ayahbunda mereka.

Jangan sampai teori parenting yang kita pelajari melumpuhkan naluri, intuisi dan firasat parenting kita.

"Minta fatwalah pada hatimu, karena kebajikan adalah apa-apa yang menenteramkan hati" (AlHadits)

Mereka-mereka yang terbiasa dengan amalan nafilah (sunnah), maka Allah akan menjadi mata, telinga, tangan dan kaki, yang dengannya di melihat, mendengar, bekerja dan berjalan (dari Hadits Qudsi)

Belakangan kita agak mengabaikan dan kurang mempertajam firasat. Padahal Rasulullah SAW bersabda :

"Hati-hatilah dengan firasat mu'min. Sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah"

Parenting yang baik adalah parenting yang mampu meningkatkan kepercayaan diri para Ayahbunda untuk mendidik anak-anaknya sendiri berdasarkan fitrah pendidikan.

Parenting yang buruk adalah parenting yang membuat Ayahunda tergantung kepada para mentor parenting dalam mendidik anak-anaknya.

Jika ditanyakan kepada saya "apa modal yang terbaik dalam parenting?", maka saya akan mengatakan modal terbaik dalam parenting adalah cinta dan ketulusan.

Sebagai Ayahbunda dengan segala kelemahannya, maka kita pasti akan melakukan sejumlah kesalahan dalam mendidik anak-anak kita. Namun, cinta dan ketulusan akan mengkoreksi segala kelemahan dan kesalahan tersebut.

Sungguh, andai kita hanya mengandalkan kemampuan kita saja dalam mendidik anak-anak kita, tentulah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kacau dan durhaka.

Namun, Allah tak pernah tidur mengintervensi dan memperbaiki segala kelemahan dan kesalahan kita dalam mendidik anak-anak kita.

Maka setiap malam sebelum tidur bermohonlah kepada Allah agar Ia mendidik anak-anak kita, serta mengkoreksi segala kesalahan dan kelemahan kita.

Bashirah dalam hal apapun lahir dari totalitas, dedikasi dan kepedulian yang tinggi terhadap segala hal yang akan kita tangani.

Allah telah berjanji bahwa orang-orang yang total dan dedikatif dalam menangani segala hal, maka Allah akan menunjukkan banyak jalan baginya. Dan mereka mereka yang telah menjual dirinya kepada Allah, diantaranya melalui pendidikan bagi anak-anaknya, maka Allah akan menjadi penyantun baginya.

Sahabat, Tentang cara mempertajam bashirah saya sudah menyampaikannya di atas

Salah satu indikatornya adalah : jika hati kita tenteram untuk melaksanakan sesuatu terhadap anak-anak kita, walaupun itu bertentangan dengan sejumlah teori parenting, maka sesungguhnya ketentraman hati itu adalah pertanda dari bashirah Islamiyah.

Bashirah Islamiyah itu bukan hanya menjadi hak prerogatif dari orang-orang yang memiliki tingkat keimanan tertentu saja, karena sesungguhnya Allah tidak pernah kikir memberikan ilham-ilhamNya kepada siapa saja.

Bahkan ilham dari Allah Ia berikan terhadap orang kafir sekalipun. Makanya tak mengherankan jika kreasi iptek banyak Allah ilhamkan kepada orang-orang kafir.

Jadi jangan pernah merasa tak cukup bertaqwa untuk bertanya pada hati. Allah tidak se selektif yang kita bayangkan. Kasih-sayangNya jauh melampaui angan-angan paling optimis kita

Sahabat, Jauhi hal-hal yang meragukan,  lakukan hal-hal yang hati kita yakin

Yakin itu bermula dari ilmu yang melahirkan pemahaman. Jika sebuah ilmu justru melahirkan keraguan dan ketidakpercayaan diri, maka ilmu itu harus dijauhi

Ragu dan waswas itu datang dari syaithan. Obatnya adalah ilmu dan ta'awudz

🔰🎯🔰🎯🔰🎯🔰🎯🔰
Disusun kembali oleh Tim Fasilitator HEbAT Community
22 Maret'16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

lanjutan NWH#3

b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing. Aurora : penyayang, suka banget menolong,perfecsionis, suka aturan, bertanggung jawab, pemaaf Zea : Penyayang.... gadis yang lembut, suka keindahan, pandai merapihkan, daya ingat yang tajam, mudah menghafal Langit : berpendirian kuat, mudah memaafkan, senang berbagi mereka meiliki rasa ingin tau yang tinggi    c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki. potensi diri : berfikiran terbuka, mudah menyesuaikan diri, mudah memaafkan, ingintau banyak tentrang hal yang berkaitan dg tujuan karena Allah ingin menjadikan diri saya istri yang dg mudah taat dg suami dan ingin menjaga fitrah anak2 (dgn saya menerima konsep membangun peradaban dari rumah) d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, ...

Review NHW#9

Program Matrikulasi IIP Batch #2 Sesi #9 BERUBAH ATAU KALAH Barang siapa hari ini LEBIH BAIK*dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang *BERUNTUNG Barang siapa yang hari ini SAMA DENGAN hari kemarin dialah term I long orang yang MERUGI dan Barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin dialah tergolong orang yang CELAKA" – HR Hakim Berubah adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua, karena kalau anda tidak pernah berubah, maka sejatinya kita sudah mati. Maka dengan membaca Nice Homework #9 ini, kami bangga dengan banyaknya ide-ide perubahan yang sudah teman-teman tuangkan dalam tulisan. Kebayang tidak, andaikata dari seluruh peserta matrikulasi Ibu Profesional ini menjalankan langkah pertama perubahan yang sudah dituangkan dalam ide-ide di NHW#9, akan muncul berbagai perubahan-perubahan kecil dari setiap lini kehidupan. Andaikata hanya 10 % saja yang berhasil menjadikan ide perubahan ini menjadi sebuah gerakan nyata, maka sudah ada sekitar 100 lebih perub...