Langsung ke konten utama

Menemukan Bakat mu

Judul yang cukup mampu membuat wow bagi penulis sendiri.

Ya , tapi ini adalah tahapnya.
Ilmu yang didapat dari kelas telur-telur bunda Cekatan Institut Ibu Profesional.

Meskipun sudah beberapa kelas pencarian bakat bunda yang penulis ikuti dan berakhir dg gugur/kegagalan.
Justru mungkin itu adl salah satu yang membuat penulis menulis jurnal ini.

Ya.. Type penulis yang enggan untuk berfikir terlalu dalam dan jauh / bukan planner banget. Jadi sangat termanjakan dg cara yang bu Septi berikan.

Dongeng, games plus fasilitas bermain, hadiah, dan kejutan. Adalah yang ibu tawarkan di tahap bunda cekatan angkatan petama ini.

Lalu, Games pertama dikelas telur2 ini adalah bukan menemukan 5 kekuatan kita saja.

Tapi ibu memberi tau pengalaman dan cara ibu menemukannya.

Kata ibu:
kita itu spesial, selama ini menjadi biasa saja, krn kita "sekedar" mengerjakan kegiatan secara rutin.
So,
Inilah cara ibu, yang amat mundah untuk kita ikuti (insyaAllah)

Yaitu:
1. Dengan menulis aktivitas kita dlm sehari itu apa saja.
Lalu,
2. Kita bagi menjadi 2 . Yang membuat kita bahagia (suka) dan yang tidak.
Lalu,
3. Bagi lagi, dari 2 itu. Masing2 Menjadi 2, yaitu yang kita bisa dan tidak bisa.
Daan
4. Taraa.. Pilihlah 5 hal yang kamu suka dan bisa. ( hahaha selamat mencoba yaa)

Ini adalah hasil perenungan penulis selama mengerjakan 4 tahap itu.


Nah dari 92 aktivitas penulis sebagai ibu, istri, hamba, dan diri sendiri
Ibu menyediakan 2 lyout yg bisa dipakai lagi untuk sampai mendapat 5 kekuatan kita.

Nah krn penulis mau edit foto , berasa kurang besar.. Maka saya tulis disini yaa..

Bismillah.
#Tidak suka, Tidak Bisa
1. Sambut suami, bangun pagi (berharapnya, saya yang disambut)
2. Memotret (berasa syusah, tapi suka mengedit nya..)
3. Merencanakan hidup, tahunan, 5thunan ( saya buka type planner banget)
4. Merencanakan games dengan faedah2nya.. (ini senada dg yg no 3, saya maunya tinggal praktek aja)
5. Mempersiapkan anak2 tidur siang atau malam (masih di tahap selalu gagal)😁

# Tidak Suka dan Bisa
1. Merencanakan aktivitas untuk anak2 (sukanya tinggal pake ya, bisa buat meski tanpa faedah yg jelas)
2. Tilawah mandiri/ sendirian (baru terasa kurang menyenankan ketika saya tilawah bersama anak2 yg sedang beraktivitas tanpa suara, sepeti anak2 sedang menulis atau menggambar. Berasa bahagia kalau ada mereka.. Krn dlm diamnya mereka beraktivitas. Mereka mendengarkan saya dan mereka bahagia menemukan kata2 dari apa yg saya baca)
3. Merencanakan menu harian, pekanan, bulanan. ( ini saya masukan ke kategori bisa... Krn suami pernah menantang saya membuat menu bulanan beserta anggaranannya, daan berhasil doong. 1bulan)
4. Cuci, jemur, dan lipat baju ( nah, kalau menyetrika malah suka)
5. Sapu, pel rumah ( nah kalau pindah pindahin barang, susun susun.. Itu suka)

Lanjut ya.. Ke kuadran Suka ( membuat saya bahagia)
# Suka dan Tidak bisa
1 Belajar dan Praktek pengaturan keuangan ( wuaah.. Padahal ini awalnya mau saya masukan ke kekuatan loch.. Dan saya suka belanja.. Tapiii entah lah. Sampai sekarang masih belum bisa juga mengatur keuangan. )
2. Menjahit (ini keinginan sejak duluuuu kala..(sd/ smp gitu) Huhuhu)
3. Olah raga
4. Menghafal ( salah satu kenapa saya masuk ipa dan kagum dengan anak ips dan bahasa) ,, krn suka , saya tau lah ya beberapa cara menghafal yang fun dan efektif. AHA.. Kapan2 saya buat tulisannya. InsyaAllah😘
5. Menggambar.. (owow.. Beda jauh sama anak2 yang pada doyan gambar.. Apa krn mereka saya yang arahkan ya?? Heem perlu penyelidikan niih)
6. Nah ini Bonus.. Yaitu berjualan. ( kenapa masuk kategori yang tidak bisa?? Krn saya belum berhasil menghasilkan 100jt/bulan) #masih Recek receh penuh berkah.. IsnyaAllah.


Yeaaay.. Masuk ke kuadran yang ditunggu..
#Suka dan Bisa (beneran bisa dibilang kekuatan ku ga ya.. Krn berasa masih di level beginer .. Krn sekedarnya tadi.. Fiuh)
1. Mengajar anak Membaca Alquran dan Sholat
2. Main, belajar, bertumbuh sama suami dan anak2 (untuk menemukan, berkenalan, bersahabat, dan memanfaatkan seluas luasnya bakat / misi spesifik hidup kami)
3. Merapikan rumah
4. Menulis
5. Memasak

Alhamdulillah binikmatihi tatimus shalihat.

Mari
#JanganLupaBahagia
#JurnalPekanKe1
#Materi1
#KelasTelur
#BundaCekatan
#BuncekBatch1
#BuncekIIP
#InstitutIbuProfesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN

⁠⁠⁠⁠⁠šŸ”RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKANšŸ” oleh : Septi Peni Wulandani Usai Libur lebaran, ternyata tidak membuat redup semangat para Fasilitator Nasional Ibu Profesional untuk kembali belajar, belajar dan belajar. Saat diskusi dengan para Ibu  Profesional di kelas fasilitator nasional Bunda Sayang #1, salah satu topik yang kami bahas adalah mengapa saat ini banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi perilaku ilmiahnya rendah. Seperti mudah sekali mempercayai berita hoax, menyebar ujaran kebencian, melakukan plagiasi tulisan/hasil karya orang lain, mudah sekali menyebar broadcast yang diawali dengan kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa melihat kebenaran isi suatu berita dan tidak tahu sumbernya dari mana. Salah satu kesimpulan yang kami ambil saat diskusi tersebut adalah ternyata antara  pendidikan dengan  institusi sakralnya yaitu sekolah atau rumah sedang berpisah ranjang. Tidak banyak sekolah yang menerapkan proses pendidikan yang benar di dalamnya, hanya ...

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...