Langsung ke konten utama

Fokus Bundanya anak HS

Nikmat sekali belajar dan membuat jejak belajar di bunda cekatan ini. 

Sungguh, pelan, namun pasti.. 

Naah saya ingin juga , menyajikan ini kepada anak2. 

Mereka hidup normal sesuai fitrah, dan saya bisa menyimpan jejak jejak itu.. Aha... 

Portofolio 

Sebuah kunci yang saya tau amat penting namun terasa begitu sulit.. 

Alhamdulillah ada keluarga portofolio yang saya yakini akan bisa membuat saya bisa menyajikan perasaan yang sama kepada anak2.. 

Agar mereka bisa bahagia menemukan bakatnya. 

Bahagia sibuk bermanfaat dimuka bumi ini.. 


==
Meski setelah buncek membuat 40 keluarga, saya bingung mau ambil pendidikan atau portofolio.. 

Hasil jalan2 di fb "calon keluarga portofolio"
Menyadarkan saya akan kebutuhan praktek yang mendesak ini. 
Lalu mengikat kenangan itu disini, detik ini, membuat saya ingat akan map yang telah dibuat.. 


Yeay

Bahagia itu saat tau prioritas  (nomor 1, disuatu tempat)

Setelah kemarin bahagia krn tau sebuah kebutuhan dan beberapa prioritas, hingga mampu bilang tak tertarik dengan hal yang terlihat menarik.. 


Huaah.. 

Beraaat.. 
Bahkan saat memutuskan untuk keluar dari beberapa tempat yang menggelantung , hingga kini sebenarnya, krn mungkin itu akan bermanfaat nanti.. 

Nah itu tuuuh ... 


Baik baik. 
Fokus , Fokus. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

lanjutan NWH#3

b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing. Aurora : penyayang, suka banget menolong,perfecsionis, suka aturan, bertanggung jawab, pemaaf Zea : Penyayang.... gadis yang lembut, suka keindahan, pandai merapihkan, daya ingat yang tajam, mudah menghafal Langit : berpendirian kuat, mudah memaafkan, senang berbagi mereka meiliki rasa ingin tau yang tinggi    c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki. potensi diri : berfikiran terbuka, mudah menyesuaikan diri, mudah memaafkan, ingintau banyak tentrang hal yang berkaitan dg tujuan karena Allah ingin menjadikan diri saya istri yang dg mudah taat dg suami dan ingin menjaga fitrah anak2 (dgn saya menerima konsep membangun peradaban dari rumah) d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, ...

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...