Langsung ke konten utama

Merayakan kesalahan dalam proses membersamai anak

Ahli menyalahkan diri.. Sebuah sebutan yang sering suami nobatkan kepada saya.

Dan saat diminta melihat Action plan yg dibuat 2 pekan lalu.. Benar saja.. Kali ini saya benar2 merayakan sebuah kesalahan...

Bedanya..
Jika sebelumnya ,
Setelah penobatan sebuah keahlian menyalahkan diri , diikuti sebuah tuduhan lainnya yang memang benar.. Tak tau kelebihan apalagi solusi..


Maka yang terjadi.. Makin menderu lah tangis dalam hati..


Ok.

Setelah ngobrol dg mentor. Dan sejalan dengan yg saya rasakan kemarin, saat sudah harus melakukan sebuah challange 30 hari bermain bersama anak.. Yang mana sudah "berjanji" untuk konsisten.mengikuti ini..

Iya. Hari pertama itu sunguh seru..

Yang pertama sungguh paling mengenang..

Maka
1. Saya akan buang rasa malu , karena saya baru mampu di tahap ini.
2. Saya akan bersunggih sungguh belajar konsisten dalam 1 amal yang mungkin "kecil" dimata emak2 anak homeschooling lainnya. Atau mungkin dimata orang terdekat (asumsi saya)... Yaa.. Meski malu, saya harus ingat poin 1 yang saya tulis tadi.


Yup. Untuk bisa saya merayakan keberhasilan.. Saya akan menurunkan isi dari action plan saya pekan depan.

Yaitu. Menyelesaikan tantangan 30 Hari bermain bersama anak dan mempostingnya tiap hari tanpa rapel.

Mengusahakan dg sungguh2 proses pertama ini.

Bismillah ya Allah.. Saya pastikan usaha ini hanya mengharap ridho Mu.



Wuaaaah.. Beraat sist... Tapi nikmat Alhamdulillah..


#falseCelebration pertama , bundanya aNak HS



Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

lanjutan NWH#3

b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing. Aurora : penyayang, suka banget menolong,perfecsionis, suka aturan, bertanggung jawab, pemaaf Zea : Penyayang.... gadis yang lembut, suka keindahan, pandai merapihkan, daya ingat yang tajam, mudah menghafal Langit : berpendirian kuat, mudah memaafkan, senang berbagi mereka meiliki rasa ingin tau yang tinggi    c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki. potensi diri : berfikiran terbuka, mudah menyesuaikan diri, mudah memaafkan, ingintau banyak tentrang hal yang berkaitan dg tujuan karena Allah ingin menjadikan diri saya istri yang dg mudah taat dg suami dan ingin menjaga fitrah anak2 (dgn saya menerima konsep membangun peradaban dari rumah) d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, ...

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...