Langsung ke konten utama

Aliran rasa ikut bunda cekatan angkatan pertama

Perjalanan di bunda cekatan itu, adalah 6 bulan yang bikin beneran tau cara menjadi cekatan di suatu bidang.

Iyaa... Bidang apapun itu.

Keren banget , ibu Septi merancang dan mempraktekan ini bersama kami semua,,, mahasiswi buncek angkatan pertama..

Dari yang awalnya penasaran aja.. Lalu menjalani sekedarnya... Lalu melihat lingkungan yang tenyata begitu menggelora sehingga saya pun terbawa gelora itu..

Gelora untuk sayang banget kalau aku terus2an terlena dg waktu dan kenyamanan semu.

1 masa yang panjang memang, untuk saya sadar bahwa sayapun istimewa, sayapun punya yang dibisa.


Lalu bertemu mentor yang saya pilih sendiri krn melihat dari luar, apa yang beliau miliki mirip dg yg Allah anugrahkan ke saya..

Dan benar saja..

Menetapkan diri untuk tidak malu, bahwa saya baru mampu ditahap ini , itu adalah suatu poin terbesar saya saat " merayakan sebuah kesalahan / false celebration "

Bahkan bu Septi memikirkan kami yang gagal, agar tetap bisa berselebrasi..


Dan itu berhasil teman2... Dari saat itu, menjadi hari ini adalah hari ke 28 saya menaklukkan sebuah tantangan sederhana dalam membersamai anak..

Bertemu rasa ketagihan berbuat baik, 

Bertemu rasa, Yes, i have a great mission with my husband.

😍

Alhamdulillah binikmatihi tatimus sholihat..

Mari terus belajar dan berkarya.
Mari terus mengsyukuri tiap waktu yang ada.

Bikin video selebrasi bareng 54 mahasiswi buncek IP tangsel itu... Bikin saya ngerasain pertama jali ngeZoom sebagai diri saya loch..

Yuhu... Hallow.. Iya..masa pandemi gini la ya.. Saat anak TK aja nge Zoom , saya nihil..

Yes whathever...saya yakin setelah ada yang pertama yakin bisa banget bakal ada yang selanjutnya..


Anak2 juga jadi enggeh bundanya ternyata lagi berproses..

Dan bunda juga siap menemani berprosesnya kalian insyaAllah...

Ketika Allah telah menyampaikan bunda di masa ini bersama kalian.. Artinya bunda layak.

So, siapa yng paling tau diri kita? Ya Allah.. Mari kita kenal lagi diri kita dg lebih mendekat padaNya, ya sayaaang.... Anak2ku

😄

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN

⁠⁠⁠⁠⁠🏡RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN🏡 oleh : Septi Peni Wulandani Usai Libur lebaran, ternyata tidak membuat redup semangat para Fasilitator Nasional Ibu Profesional untuk kembali belajar, belajar dan belajar. Saat diskusi dengan para Ibu  Profesional di kelas fasilitator nasional Bunda Sayang #1, salah satu topik yang kami bahas adalah mengapa saat ini banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi perilaku ilmiahnya rendah. Seperti mudah sekali mempercayai berita hoax, menyebar ujaran kebencian, melakukan plagiasi tulisan/hasil karya orang lain, mudah sekali menyebar broadcast yang diawali dengan kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa melihat kebenaran isi suatu berita dan tidak tahu sumbernya dari mana. Salah satu kesimpulan yang kami ambil saat diskusi tersebut adalah ternyata antara  pendidikan dengan  institusi sakralnya yaitu sekolah atau rumah sedang berpisah ranjang. Tidak banyak sekolah yang menerapkan proses pendidikan yang benar di dalamnya, hanya ...

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...