Langsung ke konten utama

Desain Pembelajaran 20 Nov 2016

sedikit mengetahui bahwa yang bergolongan darah o adalah orang yang tidak suka "terstruktur"

ternyata ini membuat saya "meratakan lembah" :(

katika orang berbicara atau menilai diri saya (yang negatif) maka sadar atau tidak sadar itu memasuki alam bawah sadar saya untuk menuju kesana :(

maka,,, saya rasa inilah KM 0 saya,,, disini saat ini
=================================================================


manajement adalah lembah saya


maka ketika NWH 5 ini adalah membuat Desain Pembelajaran,,,

maka disini Allah memberi nikmatNya...

untuk saat ini desain untuk saya adalah BERGERAK

>>>menetapkan tujuan
>>>mengatur waktu
>>>berfikir aktif
>>>menulis
>>>melakukannya<<<
>>>evaluasi

ga peduli ucapan orang yang negatif,,, ketika ragu,, istigfar dan mulai lagi

yah,,

=============================itu saja dulu==================


untuk anak,,,
karena masih 6, 4, dan 2 tahun dan ini KM 0 saya


maka akan saya perbaiki bertahap
yang sekarang perlu saya lakukan adalah HADIR

>>> melihat dan mendengarkan mereka
>>> memandu mereka
____mengenal Rabbnya___menunjukan teladan yang baik___mencari tau passionnya____

saat ini yang terfikir adalah melakukan 1 kegiatan
yaitu:
membuat list kegiatan yang ingin dilakuakan dlaam kertas yang digulung dan diletakan dalam toples ,,
dan mengijinkan mereka mengambilnya 1, ketika jenuh melanda,, dan berkomitment untuk mengeksekusi kegitan dalam kertas terambil acak itu,,,,,,



berikutnya bisa dengan membuat daftar tema harian ,,,,, heeem

semoga Allah Ridha kami bisa melakukannya

harapannya adalah,, dari kegitan ini saya akan menemukan passion anak2 menemukan gunung2 mereka,,, dan saya pribadi juga bisa menjadi manusia rata-rata saja dulu,,, merasakan kembali fitrah fitrah saya,,, Aamiin

Trimakasih bu Septi dan IIp

Smangaaat



Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN

⁠⁠⁠⁠⁠🏡RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN🏡 oleh : Septi Peni Wulandani Usai Libur lebaran, ternyata tidak membuat redup semangat para Fasilitator Nasional Ibu Profesional untuk kembali belajar, belajar dan belajar. Saat diskusi dengan para Ibu  Profesional di kelas fasilitator nasional Bunda Sayang #1, salah satu topik yang kami bahas adalah mengapa saat ini banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi perilaku ilmiahnya rendah. Seperti mudah sekali mempercayai berita hoax, menyebar ujaran kebencian, melakukan plagiasi tulisan/hasil karya orang lain, mudah sekali menyebar broadcast yang diawali dengan kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa melihat kebenaran isi suatu berita dan tidak tahu sumbernya dari mana. Salah satu kesimpulan yang kami ambil saat diskusi tersebut adalah ternyata antara  pendidikan dengan  institusi sakralnya yaitu sekolah atau rumah sedang berpisah ranjang. Tidak banyak sekolah yang menerapkan proses pendidikan yang benar di dalamnya, hanya ...

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...