Langsung ke konten utama

Ada Pertanyaan?

Camilan 9.4
Rabu, 15 Agustus 2018

⁉ *Ada pertanyaan?* ⁉

Dalam sebuah presentasi di kelas, presenter baru saja mengakhiri presentasinya mengenai sebuah topik. Seperti biasa, ia melempar sebuah kalimat penutup “Ada pertanyaan?” . Suasana kelas mendadak sunyi, tak ada tangan yang diangkat, tak ada duduk yang bergeser - Ya, tak ada pertanyaan hari itu-

Ilustrasi seperti di atas rasanya masih ditemui di beberapa tempat, seolah “bertanya adalah hal yang tabu, takut salah, malu, dan sebagainya”. Padahal dari pertanyaan sederhana “Mengapa apel jatuh dari pohon selalu ke bawah?” Menuntun Sir Isaac Newton melahirkan hukum gravitasi.

Hal ini pula yang dilakukan Nadiem Makarim, melalui riset dengan bertanya kepada ojek langganannya sehingga lahirlah sebuah inovasi ojek online, Gojek.

_“jangan mencari jawaban, tapi temukanlah pertanyaan yang tepat, pasti jawaban akan muncul dengan sendirinya” -Anthony Robbins_

Bagi anak-anak, bertanya akan memenuhi ruang imajinasinya, akan  menstimulus perkembangan otaknya secara maksimal. Selain itu, melalui bertanya anak akan berlatih berfikir logis dan belajar menggali-gali ide lebih dalam.

Dalam _taksonomi bloom_ , individu di kenal dengan “lower - level” dan “higher-level”

🍩 Lower level : biasanya berkaitan dengan _remember, understand, apply_ , dan cocok untuk :
1. Mengevaluasi
2. Mengdiagnosa
3. Me-review / mengulang materi

🍩 Higher level : biasanya berkaitan dengan kemampuan untuk _analyze, evaluate, create_ , dan cocok untuk :
1. Mendorong untuk berfikir lebih dalam dan kritis
2. Pemecahan masalah
3. Meningkatkan diskusi
4. Menstimulus individu untuk mencari informasi secara mandiri

Menarik, ya! jadi, *ada pertanyaan?*

🍂 _Tim Fasilitator Bunsay 3_

____________
Referensi :

#Parents Learn : Biarkan Anak Bertanya ; Munif Chatib ; 2016 : Penerbit Kaifa , PT. Mizan Pustaka

https://www.kompasiana.com/ramlaneffendi/54f93539a3331176178b4815/melatih-berpikir-dengan-cara-bertanya

http://citl.illinois.edu/citl-101/teaching-learning/resources/teaching-strategies/questioning-strategies

http://marketplus.co.id/2017/05/budaya-bertanya/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review NHW#9

Program Matrikulasi IIP Batch #2 Sesi #9 BERUBAH ATAU KALAH Barang siapa hari ini LEBIH BAIK*dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang *BERUNTUNG Barang siapa yang hari ini SAMA DENGAN hari kemarin dialah term I long orang yang MERUGI dan Barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin dialah tergolong orang yang CELAKA" – HR Hakim Berubah adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua, karena kalau anda tidak pernah berubah, maka sejatinya kita sudah mati. Maka dengan membaca Nice Homework #9 ini, kami bangga dengan banyaknya ide-ide perubahan yang sudah teman-teman tuangkan dalam tulisan. Kebayang tidak, andaikata dari seluruh peserta matrikulasi Ibu Profesional ini menjalankan langkah pertama perubahan yang sudah dituangkan dalam ide-ide di NHW#9, akan muncul berbagai perubahan-perubahan kecil dari setiap lini kehidupan. Andaikata hanya 10 % saja yang berhasil menjadikan ide perubahan ini menjadi sebuah gerakan nyata, maka sudah ada sekitar 100 lebih perub...

Semua anak adalah bintang

_Institut Ibu Profesional_ _Kelas Bunda Sayang sesi #7_ *SEMUA ANAK ADALAH BINTANG* Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.   *BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN* Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah, ✅ “ *Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?*" bukan dengan kalimat  ❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?” ❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”  Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ _mental jawara_” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya....

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...