Langsung ke konten utama

Ikut banyak, benarkah takkan jadi apa-apa?

Melihat orang2 yang hebat dl satu bidang yang difokuskan. Membuat ku berfikir.

Ah , ketika aku ikut banyak. Aku takkan jadi apa apa.

Benarkah?
Teringat dg sebuah statement seorang teman. (meski lupa siapa)

Yang berpendapat, punya 1 anak lalu berhasil itu yg lebih baik, dibanding punya banyak anak, namun tak jadi apapun.

1 anak = maksimal
Banyak anak= tak maksimal

Benarkah?

Keyakinan saya, statemen tentang anak diatas itu g bener ya.

Begitu pun tentang suatu peran.

Namun kapal ini sedang bergoyang.
Mungkin hanya butuh sepercik pengingat.

Untuk apa semua itu.
😊

Nyatanya, Ibnu sina, tak hanya pandai di dunia kedokteran,
Pun Rasulullah,


Jadi, yang menjadikan apa itu , adl kapasitas mu.

Sebesar apa ia.

Atau apa?
Otakku baru sampai di besarnya sebuah jawaban akan tujuan.

Belum sampai yg lain.

#SelamatPagi
Dari istri yg terlambat menyiapkan bekal
Dari anak yang begitu bahagia memili seorang mama dan ibu yg begitu mulia.
Dari hamba yang amat bersyukur diberi nafas, ilmu, waktu, dan data untuk menulis ini.
Dari bunda yang masih tertatih mendidik diri juga buah hati.

Ya Allah
Ampuni hamba
Astagfirullah hal adzim..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

lanjutan NWH#3

b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing. Aurora : penyayang, suka banget menolong,perfecsionis, suka aturan, bertanggung jawab, pemaaf Zea : Penyayang.... gadis yang lembut, suka keindahan, pandai merapihkan, daya ingat yang tajam, mudah menghafal Langit : berpendirian kuat, mudah memaafkan, senang berbagi mereka meiliki rasa ingin tau yang tinggi    c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki. potensi diri : berfikiran terbuka, mudah menyesuaikan diri, mudah memaafkan, ingintau banyak tentrang hal yang berkaitan dg tujuan karena Allah ingin menjadikan diri saya istri yang dg mudah taat dg suami dan ingin menjaga fitrah anak2 (dgn saya menerima konsep membangun peradaban dari rumah) d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, ...

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...