Langsung ke konten utama

Membuat Proyek bareng tetangga

 Dimulai dari membuat Passion Canvas


Panduan mengisi


Hasil saya mengisi


Selanjutnya kami ber 9 membuat proyek berdasar pada canvas passion kami.. 



Idenya keren2.. Masalahnya pun beberapa mirip namun beda usia dan fokus tentu saja.. Kebutuhan kami pun mirip.. 

Sampai sini berasa pengen balik lagi ke buncek biar tuntas disana dan bisa lebih luas memikirkan dampak dari sebuah proyek yg ingin dibangun.. Biar ga fokus ke kebahagiaan diri mulu.gitu.. Biar bikin proyek yg dampak luas iya.. Bahagia diri otomatis gitu.. 


Maaf ya tetanggaku.. .. 


Tak heran saya sebenarnya ketika tetangga2 saya ini inginnya berdampaknya luas.. 


Nah krn tahap saya yg masih di tahap mencari ilmu (bisa lihat di passiion canvas saya) 


Maka proyek yg hampir mateng di wag co housing ini terasa meredupkan binar saya.. 

Alhasil curhatlah saya di wag dan alhamdulillah mengerucut ke sebuah proyek baru yang memang sangat menantang sekali .. Bahkan untuk saya pribadi yang memang menginginkan proyek sesulit ini.. 


MasyaAllah.. Jadi ingat hasil dari liqonya mba Aurora bareng k Dimas beberapa pekan lalu tentang apa cita citamu

Flyer Liqo mba Aurora



Salah satunya yaitu : cita cita itu harus susah diraih.. ( harus tinggi )



Sebuah proyek bersama yg mungkin nilai lebihnya adl proyek ini tuh inginnya/kebutuhan kami banget, passion kami banget, keresahan kami banget dan solusi untuk kami banget


(nah kan jadi ingat juga sama pendapatnya Raditya Dika, terkait sebuah karya yg baik biasanya berawal dari keresahan2..)


Hahaha, iya

Pesertanya , yg ngerasain dampaknya pertama kali ya kami dulu.. 


Konsep yg dari kami, oleh kami, untuk kami. 


Krn kami, atau saya yakin, ketika saya yakin ini penting, maka entah diwaktu yg sama atau nanti juga akan  ada yg bisa memanfaatkan ini.. 

Bismillah ya Allah semoga saya tak kan menyiakan kesempatan yg Engkau anugrahkan ini ya Rob



Semoga kami mampu menjadi insan yang produktif.. Hingga Engkau Ridho dan senantiasa memberkahi kami. Aamiin



Dan inilah proyek kami.. 


Bismillah




Oya.. Di proses ini, sebelum berdiskusi mengenai proyek.. Kami ada sesi.perkenalan 

Dan saya merasa bertemu dg sebuah passion yang baru saya tau ada namanya.. Yaitu Bullet Journal.. 


Terimakasih tetangga ku
Tetap disini , meski mungkin ada rasa kurang klik.. 


Barakallah... 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

Si dia Tak suka Durian

Jadi setelah 6th pernikahan kami.. baru diakuilah bahwa saya bukanlah cinta pertama nya.. (yg masih hidup) Ada dia.. yg memang sejak awal sudah saya rasakan bahwa suami ada hati.. tapi memang tak pernah diakui.. Setelah diakui dan diyakinkan akan sebuah hakikat.. Maka itu sudah bukan masalah lagi.. Dan kemudian saya pun mengetahui bahwa si dia tak suka durian.. Wuahahaha .. benar2 busa lucu berat jika Allah menyatukan kami bertiga.. Suami akan memiliki 1 wanita yg penikmat durian.  Dan 1 lagi wanita yg tak suka durian..  Banten, 11 September 2017 12:57wib #ibuJugaGaSukaDurian #CeritaLucuAtauCeritaPerih ?? #MyHeart #bundaLazera #ODOPfor99Days 2017 #Day6

RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN

⁠⁠⁠⁠⁠🏡RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN🏡 oleh : Septi Peni Wulandani Usai Libur lebaran, ternyata tidak membuat redup semangat para Fasilitator Nasional Ibu Profesional untuk kembali belajar, belajar dan belajar. Saat diskusi dengan para Ibu  Profesional di kelas fasilitator nasional Bunda Sayang #1, salah satu topik yang kami bahas adalah mengapa saat ini banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi perilaku ilmiahnya rendah. Seperti mudah sekali mempercayai berita hoax, menyebar ujaran kebencian, melakukan plagiasi tulisan/hasil karya orang lain, mudah sekali menyebar broadcast yang diawali dengan kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa melihat kebenaran isi suatu berita dan tidak tahu sumbernya dari mana. Salah satu kesimpulan yang kami ambil saat diskusi tersebut adalah ternyata antara  pendidikan dengan  institusi sakralnya yaitu sekolah atau rumah sedang berpisah ranjang. Tidak banyak sekolah yang menerapkan proses pendidikan yang benar di dalamnya, hanya ...