Langsung ke konten utama

Belajar lagi Mengasah kepedulian, yang berbuah kekuatan

Care..

Memilih 3 teman yg Klik saat perkenalan mengulik apa keluarga fav nya.

Terpilihlah
3 nama dan 3 makanan berbeda
1. Kak Yulia
Seorang ibu asli Kalimantan, yang sedang gemar2nya dg handlettering.. Beliau ibu dari anak2 homeschooling juga 😍.

Ingin memgetahui hadiah yg saya buatkan spesial untuk kak Yulia?? Sila cek link di gambar ini yaa..
Melihat betapa expert beliau, saya sempat minder untuk memberikan hadiah ke beliau. 
Namun tak disangka.. Respon mengejutkan pun beliau berikan dengan sangat indah.. 
*kak, panggilan khas kalimantan untuk seorang kakak perempuan. 
2. Teh Juju.. 
Ibu 4 anak yang tinggal di Bandung dan sedang berfokus di dunia tahfidz. 
Berikut hadiah yang saya beli khusus untuk teh Juju, untuk yang ingin melihatnya, bisa cek.link di gambar ini ya.. Ada sebuah pembelajaran kedisiplinan juga. Dari seorang ibu 4 anak. 
Ohya.. Jawaban doa kebaikan pun tak luput saya dapatka... 

Alhamdulillah.. 

**Teh, panggillan khas Sunda untuk seorang kakak perempuan.

3. Mbak Poetri
Seorang ibu yang paling cantik dirumah krn 2 anaknya adl laki2.. Semoga yg ketiga perempuan yaa.. Aamiin.. 
Sedang menyukai dunia pengaturan waktu krn terkena dampai mitos si Golongan darah O. 

Meski begitu mbak Poetri saya rasa sedang haus juga akan ragam kegiatan untuk putra2nya yg ternyata juga HS. 😃

Yang mau ikut intip hasil belanja saya di google untuk mbak Poetri, sila cek link foto ini ya..

Dan respon beliau bikin saya kemudian memberi hadiah teh juju sebagai penambah referensi beliau.

*** mbak, panggilan khas Jawa untuk seorang kakak perempuan.

Iya.. Bahagia sekali memberi tanpa embel2 ingin diberi kembali. 

Sampai lah hadiah balasan juga hadiah kejutan yang hadir di inbox fb juga wa. 

Mereka memberikan hadiah ragam kegiatan untuk anak HS juga jurnal. 

Namun yang tak disangka kemudian justru sebuah pertanyaan
 "kenapa tertarik dengan Homeschooling"
 yang mengantarkan saya ke sebuah strong why saya memilih menjadi Bundanya anak HS. 
 Yaitu:
Lebih bisa memanfaatkan waktu yang diberi , dg sebaik baiknya. 
Berawal dari Sebuah hadiah pertanyaan dari mbak Suci di Finlandia sana. 😘

. .

Alhamdulillah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

Si dia Tak suka Durian

Jadi setelah 6th pernikahan kami.. baru diakuilah bahwa saya bukanlah cinta pertama nya.. (yg masih hidup) Ada dia.. yg memang sejak awal sudah saya rasakan bahwa suami ada hati.. tapi memang tak pernah diakui.. Setelah diakui dan diyakinkan akan sebuah hakikat.. Maka itu sudah bukan masalah lagi.. Dan kemudian saya pun mengetahui bahwa si dia tak suka durian.. Wuahahaha .. benar2 busa lucu berat jika Allah menyatukan kami bertiga.. Suami akan memiliki 1 wanita yg penikmat durian.  Dan 1 lagi wanita yg tak suka durian..  Banten, 11 September 2017 12:57wib #ibuJugaGaSukaDurian #CeritaLucuAtauCeritaPerih ?? #MyHeart #bundaLazera #ODOPfor99Days 2017 #Day6

RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN

⁠⁠⁠⁠⁠🏡RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN🏡 oleh : Septi Peni Wulandani Usai Libur lebaran, ternyata tidak membuat redup semangat para Fasilitator Nasional Ibu Profesional untuk kembali belajar, belajar dan belajar. Saat diskusi dengan para Ibu  Profesional di kelas fasilitator nasional Bunda Sayang #1, salah satu topik yang kami bahas adalah mengapa saat ini banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi perilaku ilmiahnya rendah. Seperti mudah sekali mempercayai berita hoax, menyebar ujaran kebencian, melakukan plagiasi tulisan/hasil karya orang lain, mudah sekali menyebar broadcast yang diawali dengan kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa melihat kebenaran isi suatu berita dan tidak tahu sumbernya dari mana. Salah satu kesimpulan yang kami ambil saat diskusi tersebut adalah ternyata antara  pendidikan dengan  institusi sakralnya yaitu sekolah atau rumah sedang berpisah ranjang. Tidak banyak sekolah yang menerapkan proses pendidikan yang benar di dalamnya, hanya ...