Langsung ke konten utama

Kenalan sama PPPA Darul Quran

Pengikat Makna Habituasi Sejuta Cinta yg kedua ini adalah mengamati lembaga sosial di sekitar..
Memilih 1 , mengamati, menggolongkannya , dan menyimpulkan.

Yup materi ke 2 Habiuasi SC kali ini adl tentang charity vs filantropi

Nah berhubung saya di tahap newbie di dunia persosialan ini... Saya berjalan selayaknya anak baru dan menikmatinya, iyaa..  menikmati kebahagian memberi.. Tak perlu menunggu kaya raya akan harta / ilmu kan tuk memberi..  😄

Mengingat saya juga anak baru didaerah sini. Maka saya search tentang lembaga sosial yg ada di sekitar lewat mesin pencari ..

Ketemu beberapa. Dan yg terdengar tak asing plus dekat agar nanti bisa dikunjungi adl PPPA ini sepertinya.
.



PPPA Darul Quran ini sudah jelas bukan lembaga charity ya. Tapi masuk ke Filantropi.
Krn cangkupannya yg luas, terorganisir , dan juga sifatnya yang jangka panjang berkelanjutan.


 Baik.
Krn belum bisa main main kesana sekarang.. Saya lihat menu , ulasan, foto, dan tentang PPPA Darul Quran ini lewat web ya.


Sebelum lebih jauh lagi.. Ternyata saya sudah pernah lihat kata PPPA ini di mini movie / sort movie yang dulu sering saya tonton di youtube.. 😁


A.H.A

Pantas tadi merasa g asing ya..
Jadi DAQU movie ini sepertinya bagian juga dari PPPA Darul Quran ini yang menebar kebaikan lewat mini movie islami..

Dampaknya yg berkelanjutan emang bener banget si.

Krn lewat movie2 islami, bisa bikin kita inget sama yang terlupa.. Bisa bikin tau yg belum tau dan bikin makin pengen tau apa yg tersaji di movie nya. .


Nah mereka ngapain aja lagi ya??

Selain menu layanan yang mereka tulis di mesin pencari , dan Daqu movie yang bikin bisa semangat lagi dalam ibadah dan beramal sholeh 😍.. ??

Saya yakin si masih ada lagi...
Nanti saya lanjut tulisan ini seiring bertambahnya pengetahuan saya tentang PPPA ini yaa..

InsyaAllah,
===6-2-2020===


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebahagian

jika ayahnya Lazera tersenyum bahagia karena tontonan dia di youtube menginsirasinya... saya,bundanya Lazera alhamdulillah bisa terseyum bahagia ketika bertekad tak mau kalah dg lelah.. lalu menyapu membereskan rumah yg lantainya bertebaran pasir patai.. sambil menunggu anak2 mendapat keputusan siapa yg mandi duluan, dg cara main kertas guting batu bertiga...  dari yg tiap pemenang scornya dihitung dan diigat aurora lalu ia lupa sampai kemudian mencatat scorenya di papan magnetik ... tersenyum bahagia mendengar tawa zea yg mengaggap langit lucu... saya bahagia krn Allah mengijinkan saya mendengar dan merasaka atsmosfir ini dari lelah yag begitu ingin tidur  ..marah krn tak nyaman dg bau badan anak2 yg belum pada mamdi dan merekapun tak nyaman.. krn kami semua capek krn perjalanan kemarin... sampai marah juga ke ayah yg menoton. hahahaha dan tawa zea pun Allah jadikan pemecah keluh ini.. alhamdulillah.. trimakasih y Allah.. ayahpun menyapaikan ajakannya agar kita pind...

RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN

⁠⁠⁠⁠⁠🏡RUMAH, SEKOLAH dan PENDIDIKAN🏡 oleh : Septi Peni Wulandani Usai Libur lebaran, ternyata tidak membuat redup semangat para Fasilitator Nasional Ibu Profesional untuk kembali belajar, belajar dan belajar. Saat diskusi dengan para Ibu  Profesional di kelas fasilitator nasional Bunda Sayang #1, salah satu topik yang kami bahas adalah mengapa saat ini banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi perilaku ilmiahnya rendah. Seperti mudah sekali mempercayai berita hoax, menyebar ujaran kebencian, melakukan plagiasi tulisan/hasil karya orang lain, mudah sekali menyebar broadcast yang diawali dengan kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa melihat kebenaran isi suatu berita dan tidak tahu sumbernya dari mana. Salah satu kesimpulan yang kami ambil saat diskusi tersebut adalah ternyata antara  pendidikan dengan  institusi sakralnya yaitu sekolah atau rumah sedang berpisah ranjang. Tidak banyak sekolah yang menerapkan proses pendidikan yang benar di dalamnya, hanya ...

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9

Matrikulasi IIP batch #2 sesi #9 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. L...